Iya engkaulah ayah.
Yang mengajariku berjalan.
Membimbingku dengan caramu ketika aku salah.
Budimu tak akan pernah kulupa hingga kini.
Ayah..
Aku bukanlah seorang anak yang baik.
Selalu melawanmu ketika aku mempunyai keyakinan.
Bahkan setelah kau tiada.
Dan aku melihat jasadmu di depanmu dan merawatmu hingga ke liang kubur.
Ayah.
Sedang apa engkau di sana?
Aku sudah mendaki dan meneriakkan dalam tangisku ketika aku di puncak.
Di setiap perjalananku
Di setiap selesai sembah sujudku padaNya
Ayah...
Entah sampai kapan aku akan mengingat engkau merawatku hingga sebesar ini.
Entah sampai kapan aku bisa memanjatkan doa ketika jasadmu tak dapat kusentuh lagi
Ayah...
Jika engkau bisa melihatku saat ini dan berbincang denganNya.
Tolong sampaikan padaNya.
Anak laki - lakimu yang nakal ini sangat merindukanmu.
No comments:
Post a Comment