Edisi gila... Tak terduga.. Jika sampai terjadi badai di puncak arjuno.
Jangan pernah meremehkan alam, jika tak ingin pulang hanya nama.
Naik gunung butuh persiapan dan strategi. tak hanya sekedar berjalan
Tentang apapun yang ada di pikiran saya. Tentang apapun di sekitar saya. Tentang apaun yang terlintas dalam benak saya. Tentang tanya yang entah jawabnya dimana.
Edisi gila... Tak terduga.. Jika sampai terjadi badai di puncak arjuno.
Jangan pernah meremehkan alam, jika tak ingin pulang hanya nama.
Naik gunung butuh persiapan dan strategi. tak hanya sekedar berjalan
seperti beda kasta? atau memang disuruh
"ngaca"? terlalu naif jika semua dari "nol"
bersama? atau setidaknya diingatkan untuk
tidak lupa dengan jati diri sebenarnya?
apalah daya jika kondisimu di bawah sana?
dan tersadar ternyata kamu ini ada di dunia
fana? penuh tanya dan tanda tanya?
TIPS BISNIS ALA ORANG TIONGHOA
Saya mendapatkan tulisan ini ketika ada salah satu rekan di grup saya, yang share di group whatsapp BKRC chapter Surabaya. Oleh om guntoro.
CARA BISNIS : PRINSIP KESUKSESAN BISNIS ORANG TIONGHOA
Memang banyak cara untuk mencapai kesuksesan bisnis, dari metode-metode baru sampai prisnsip bisnis yang diajarkan secara turun-temurun oleh keluarga. Nah, untuk kali ini copett akan sedikit menulis tentang prinsip-prinsip kesuksesan dari orang Tionghoa. Kesuksesan bisnis yang diajarkan lintas generasi, dan memang prinsip ini merupakan pondasi dari segala bisnis.
Kita semua tahu bahwa China sekarang disegani diseluruh dunia, bahkan Amerika pun segan terhadap negara yang satu ini. Bukan karena kekuatan militernya yang tangguh, bukan karena senjata canggih yang mereka miliki, tetapi karena kekuatan ekonominya yang terbukti stabil. Saat Amerika mengalami krisis ekonomi yang parah, China justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bidang ekonomi. China mampu menduduki peringkat pertama sebagai negara yang tetap tangguh terhadap hempasan badai krisis ekonomi.
Prinsip Bisnis Orang Tionghoa
Ada banyak cara berbisnis yang diajarkan orang tua masyarakat Tionghoa terhadap anak-anaknya. Namun dari kesekian banyak cara bisnis itu, ada beberapa yang menarik untuk kita cermati. Berikut beberapa prinsip masyarakat Tionghoa dalam menjalankan bisnisnya yang patut kita contoh :
1. Kerja keras. Orang Tionghoa dikenal memiliki sifat kerja keras dan tak kenal lelah. Prinsip inilah yang menjadikan etnis Tionghoa kebanyakan lebih mapan secara finansial dibandingkan etnis lainnya. Mereka rela bekerja mulai pagi sampai larut malam demi meraih kesuksesan bisnisnya. Mereka juga tidak segan-segan untuk turun tangan langsung dalam menjalankan bisnisnya. Coba lihat toko-toko kelontong milik orang Tionghoa, walaupun mereka memiliki banyak pegawai, akan tetapi mereka tetap terlibat aktif di dalamnya. Ini mereka lakukan agar bisnis yang mereka jalani tetap terkontrol dengan baik. Dengan turun langsung, mereka juga bisa mengawasi agar karyawan mereka memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya. Tak jarang pula kita lihat orang Tionghoa ikut truck pengangkut barang, mengirimkan sendiri pesanan barang kepada pelanggan. Jam kerja toko-toko orang Tionghoa pun biasanya lebih lama dari toko-toko lain. Dan ternyata kerja keras inilah salah satu cara mereka dalam meraih kesuksesan bisnisnya.
2. Hidup hemat. Walau mereka mampu makan ayam goreng, mereka memilih untuk makan sayur asam. Ungkapan inilah yang mungkin tepat diberikan kepada mereka dalam kaitan pengelolaan keuangan. Rata-rata orang etnis Tionghoa memiliki gaya hidup dibawah kemampuan mereka. Jika mereka mampu membeli mobil sedan mewah, maka mereka akan lebih memilih membeli mobil Pick Up untuk membantu kelancaran bisnisnya. Sangat jauh berbeda dengan gaya hidup kita masyarakat Indonesia kebanyakan. Kalau perlu kita hutang agar bisa beli mobil mewah, yang penting gengsi tidak turun. Seberapapun penghasilan yang orang Tionghoa dapatkan, mereka selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan. Terkadang mereka harus makan seadanya yang penting tetap ada uang untuk ditabung.
3. Putar uang yang ada. Dengan melakukan dua hal diatas, yaitu kerja keras dan hidup hemat, masyarakat etnis Tionghoa memiliki peluang yang lebih besar untuk melakukan kegiatan usaha. Mereka mempunyai dana cadangan yang lebih, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan yang mendesak. Entah itu untuk keperluan hidup sehari-hari ataupun untuk keperluan bisnis. Tak jarang kita lihat toko orang Tionghoa yang sepi, seakan mati enggan hidup tak mau. Tapi toko itu tetap berdiri, dana cadangan inilah yang menopang hidup mereka. Dan yang lebih penting lagi, orang tionghoa jarang yang menyimpan uang dalam bentuk tabugan, mereka lebih suka menginvestasikan uang mereka di instrumen investasi jangka pendek sebagai tabungan mereka. Dengan menabung di instrumen investasi jangka pendek mereka bisa mendapatkan dana dalam waktu singkat, selain tentunya juga mendapatkan imbal balik dari hasil investasinya. Prinsip mereka, jangan sampai ada uang yang nganggur, buat semua uang tersebut bekerja untuk kita.
4. Prinsip harus bisa. Prinsip sukses bisnis mereka selanjutnya adalah harus bisa. Jika orang lain bisa melakukannya maka kita juga pasti bisa. Lihat negara lain menciptakan handphone canggih, maka orang China juga bisa membuatnya sendiri, bahkan dengan harga jual yang lebih rendah dari produk aslinya. Mereka tidak pernah puas mencapai kesuksesan tertentu, mereka selalu melihat keatas mereka, sehingga memberikan semangat untuk bekerja lebih keras lagi.
5. Prinsip pinjam uang kerabat. Tak jarang orang Tionghoa yang enggan menggunakan jasa perbankan. Selain mereka akan dibebankan bunga yang besar, mereka juga lebih suka berjalan dengan kemampuan sendiri. Prinsip mereka, pinjam kepada bank harus digunakan untuk sesuatu yang pasti, sesuatu yang terbukti memberikan keuntungan bagi mereka. Untuk usaha/bisnis yang baru dirintis, yang mereka belum tahu resiko yang akan dihadapi, mereka lebih memilih berhutang kepada kerabat mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa rasa solidaritas sesama etnis Tionghoa sangatlah besar, lebih-lebih dalam masalah bisnis. Mereka yang lebih dulu sukses selalu membantu saudara mereka untuk bisa meraih kesuksesan juga.
6. Prinsip beli dalam jumlah partai. Keberanian mereka dalam mengambil resiko patut kita acungi jempol. Walaupun keberanian mereka tetap diimbangi dengan kepiawaian dalam memanage resiko. Orang Tionghoa lebih suka mengambil barang secara partai, kemudian menjualnya kembali kepada pedagang kecil ataupun pengecer. Mereka tidak mengambil margin yang besar, akan tetapi lebih bermain pada kuantitas atau volume penjualan yang besar. Untung sedikit, tetapi penjualan yang banyak.
7. Prinsip serba ada. One stop shopping, sekali pelanggan datang maka pelanggan itu akan mendapatkan apapun yang mereka cari. Lihat toko-toko orang Tionghoa, berbagai macam barang berjejal-jejal mengisi seluruh ruang yang ada. Kalau perlu sampai di teras malah di tempat parkir. Yup, mereka tidak pernah tanggung-tanggung dalam membuka bisnis, harus super lengkap, terlihat banyak barang yang di display. Hal inilah yang justru malah menarik konsumen untuk datang ke tempat mereka.
Demikian beberapa prinsip dan cara bisnis masyarakat etnis Tionghoa yang mungkin bisa kita jadikan pelajaran demi meraih kesuksesan.
Selamat sore...sukses buat kalian
Semoga Bermanfaat ^_^
Suara Persaudaraan Alam Semesta Indonesia | SPASI NURMANSAH
SPASI MOUNTAINEERING TIPS | MAU NAIK GUNUNG? BACA 5 HAL INI!
Sebelum mau naik gunung, persiapan yang matang haruslah dilakukan. Kami mencoba menelusuri apa-apa saja yang haruslah dipersiapkan sebelum mau naik gunung.
1. Perencanaan Pendakian
Lakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, dan jangka waktu. Semua hal itu akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang harus dipersiapkan.
2. Informasi
Cari informasi sebanyak mungkin soal gunung yang akan kalian daki. Informasi ini nantinya dapat memberikan panduan kepada teman-teman kalian yang berpartisipasi soal medan pendakian.
3. Alat-alat Yang Harus Dibawa
Siapkan segala perlengkapan dan pakaian yang berguna dalam pendakian. Dan sebaiknya, jangan membawa barang terlalu banyak atau kekurangan. Bawalah barang sepertiga dari berat tubuh kalian Yangmuda, yaitu antara 15-20 kilogram. Jangan lupa bawa perlengkapan P3K. Minimal obat-obatan pribadi: obat merah, perban, obat batuk, atau obat diare. Survival KIT.
4. Bahan Makanan Yang Mencukupi
Persiapan makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
5. Memperoleh Izin Dan Melapor Pada Pos Pendakian
Sebelum melakukan pendakian kalian Yangmuda harus melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait, terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap, dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
Ditulis Oleh: D. Destryawan
Iya engkaulah ayah.
Yang mengajariku berjalan.
Membimbingku dengan caramu ketika aku salah.
Budimu tak akan pernah kulupa hingga kini.
Ayah..
Aku bukanlah seorang anak yang baik.
Selalu melawanmu ketika aku mempunyai keyakinan.
Bahkan setelah kau tiada.
Dan aku melihat jasadmu di depanmu dan merawatmu hingga ke liang kubur.
Ayah.
Sedang apa engkau di sana?
Aku sudah mendaki dan meneriakkan dalam tangisku ketika aku di puncak.
Di setiap perjalananku
Di setiap selesai sembah sujudku padaNya
Ayah...
Entah sampai kapan aku akan mengingat engkau merawatku hingga sebesar ini.
Entah sampai kapan aku bisa memanjatkan doa ketika jasadmu tak dapat kusentuh lagi
Ayah...
Jika engkau bisa melihatku saat ini dan berbincang denganNya.
Tolong sampaikan padaNya.
Anak laki - lakimu yang nakal ini sangat merindukanmu.
Sesampai jiwa ini mulai tersadar
Tersadar tak selamanya ini ada
Riuh jiwa berteriak
Dalam lara terselimuti tawa
Sang hamba mencari Tuannya
Liku jiwa dalam pencariannya
Deretan tanya membayang
Kadang belenggu menuai asa terputus
Kumenemukan jalan terang
Bagai fatamorgana yang mungkin hanyalah angan
Angan seorang hamba mencari Tuannya
Kini saatnya jiwa ini berhenti berpetualang
Dalam pencarian bertemu jawab memuaskan.
Waktunya kembali pulang
Bersama kebahagiaan hakiki sang Ilahi
PUJANGGA AMATIRAN PENIKMAT SENJA
Ridwan Dwi Aprillianto
Gresik, 9 April 1993
Thats me. Ya itulah saya. Hanya pemuda biasa yang belajar berkembang, menikmati perjalanan dengan rintangan menantang dan terkadang membosankan. Inilah tulisan pertama saya di blog amatiran ini. Dan entah bagaimana keadaan selanjutnya... Yang jelas, belajar produktif. Katanya anak muda yang keren itu produktif. Wkwkwkk.... Salam karate OSH.